Chapter 41 BAB 41

Name:Di Paksa Menikah Author:Sifa
Sesampainya di rumah Intan menurunkan barang - barangnya dari mobil lalu membawanya masuk ke dalam kamarnya. Ia memasukkan pakaiannya ke dalam almari. Sedangkan Ricko berbaring di ranjang Intan sambil memainkan ponselnya mengecek pasar saham.

"Mas Ricko mau makan?" Tanya Intan setelah membereskan barang - barangnya.

"Delivery order saja. Kamu mau makan apa?" Tanya Ricko sambil membuka aplikasi G-food.

"Terserah Mas Ricko aja." Jawab Intan sambil menutup almarinya. Lalu duduk di tepi ranjang.

"Kenapa nggak pernah ngabari Mas?" Tanya Intan pada Ricko. Ricko pun menaruh ponselnya setelah memesan makanan lalu menarik Intan ke dalam pelukannya.

"Aku tidak mau mengganggu belajarmu. Bagaimana ujiannya? Lancar?" Tanya Ricko lalu mengecup bibir Intan kilas. Intan pun mengangguk. Wajahnya bersemu merah.

"Iya semuanya lancar. Mas... aku mau kuliah." Ucap Intan mengutarakan keinginannya.

"Iya boleh. Tapi jangan jauh - jauh. Di sekitar sini saja. Tidak boleh ke luar kota." Jawab Ricko tegas.

"Teman - temanku ada yang ke Jogja dan Bandung Mas." Balas Intan.

"Mereka masih lajang. Kamu sudah menikah. Siapa yang menemani suamimu kalau kamu pergi?" Ucap Ricko. Intan pun berpikir dan membenarkan kata - kata Ricko.

"Mas apa kamu menginginkan anak?" Tanya Intan sambil memandang Ricko.

"Tentu saja. Semua pernikahan pasti bertujuan memiliki keturunan. Percuma kalau banyak harta tapi tidak punya anak." Jawab Ricko.

"Tapi aku masih ingin kuliah Mas. Bisakah di tunda sampai aku lulus kuliah dulu?" Tanya Intan berharap Ricko menyetujuinya.

"Nggak bisa. Umurku sudah 28 tahun. Jangan menundanya lagi." Jawab Ricko lalu mencium bibir Intan. Intan membelalakkan matanya karena terkejut.

![](http://up.pic.mangatoon.mobi/contribute/fiction/130912/markdown/4951927/1578048486287.jpg-original600webp?sign=fd50e34049ce33c806bf4167e064dff4&t=5e72b600)

"Mmm... Mmm..." Intan berontak sambil memukul dada Ricko.

"Apa?" Tanya Ricko setelah melepas ciumannya.

"Umurku masih 18 tahun. Masih terlalu muda untuk punya anak Mas." Jawab Intan.

"Sudah resiko kamu menikah dengan pria dewasa." Balas Ricko lalu mencium bibir Intan kembali. Kali ini Ricko melumatnya dan memasukkan lidahnya ke mulut Intan. Tentu saja Intan terkejut. Ricko naik ke atas tubuh Intan.

"Mas..." Ucap Intan seraya mencegah Ricko melepas kaosnya.

"Kenapa?" Tanya Ricko.

"Aku takut..." Jawab Intan sambil memandang Ricko.

"Aku akan melakukannya dengan pelan - pelan sayang..." Balas Ricko sambil tersenyum.

Ricko pun kembali mencium bibir Intan. Tangannya menyelinap ke dalam kaos Intan lalu menaikkannya ke atas dan bermain di dada Intan.

Intan memejamkan matanya merasakan serangan yang diberikan Ricko. Ricko menurunkan ciumannya di leher dan tulang selangka Intan. Ia mencium dan menghisap di sana sehingga meninggalkan beberapa tanda merah. Intan menutup mulut dengan tangannya supaya tidak mengeluarkan suara desahan.

"Lepaskan saja tidak apa-apa." Ucap Ricko sambil menarik tangan Intan dari mulutnya.

"Aaaahhh..." Desah Intan tertahan. Ia merasa geli, malu dan aneh karena ini pertama kalinya ia di sentuh laki - laki.

Ricko pun semakin bersemangat ketika mendengar desahan Intan. Ia melepas kemejanya dan membuangnya ke sembarang arah. Ia juga melepas kaos Intan. Intan merasa merinding karena tidak memakai pakaian di hadapan Ricko di tambah lagi tangan Ricko menggerayanginya ke mana - mana.

Ketika Ricko hendak melepas rok Intan, tiba - tiba bel rumah berbunyi. Ricko pun memakai kembali kemejanya dan menyelimuti Intan dengan selimut.

Ricko keluar membuka pintu ruang tamu dan tampaklah anggota G-food dengan makanan di tangannya. Ricko pun menerimanya dan menaruhnya di meja makan. Ia kembali ke kamar Intan.

"Ayo makan dulu." Ajak Ricko lalu mengambil kaos Intan dan memakaikannya. Intan pun menuruti apapun yang di lakukan Ricko.