Chapter 466 - 466. Arogansi Pangeran Lucas

Ludius yang merasa di bicarakan Pangeran Lucas langsung menyergah perkataan Pangeran songong tersebut. "Maaf Pangeran Lucas, apa anda sedang membicarakan saya?".

"Ho.. jadi kau merasa di bicarakan Tuan Lu? syukurlah kalau kau menyadarinya. Aku jadi tidak perlu repot – repot bersandiwara". Tantang balik Pangeran Lucas tanpa memikirkan akibatnya.

Dengan sikap culasnya Pangeran Lucas menjawab pertanyaan Ludius terang – terangan. Padahal sudah jelas sekali Ludius sedang menilai orang tersebut. Satu jawaban saja salah dan menyinggung Ludius maka ada kemungkinan Kerajaan Hardland menjadi MUSUH dari Organisasi Naga Imperial.

"Jaga ucapanmu Pangeran Lucas! Apa kau tidak sadar siapa yang kau ajak bicara!". Tegas Pangeran Richard pada Pangeran Lucas, lebih tepatnya sih mengingatkan.

"Ha ha ha.. apa yang kau khawatirkan Kak? Dia hanyalah orang luar dari Kerajaan Hardland. Apa kau tidak pernah berpikir mengapa Yang Mulia Raja sampai mengundangnya juga sarapan bersama di Aula Keluarga?!". Pangeran Richard berusaha mengingatkan adiknya.

"Memangnya kenapa kalau dia mendapat kehormatan untuk sarapan bersama anggota Keluarga? Tetap saja dia orang luar!".

Pangeran Richard semakin di buat geram dengan sikap culas adiknya yang tidak sadar dengan sikapnya yang bisa menghancurkan Kerajaan hardland dalam sekejap mata. "Bodoh! Apa kau tidak pernah berpikir dengan ucapanmu bisa menghancurkan bahkan meratakan Kerajaan Hardland! berpikirlah sebelum berbicara!". Tegas Pangeran Richard untuk terakhir kalinya, ia malas menjelaskan hal ini pada adik bodoh dan songongnya itu.

"Tuan Lu, mari kita tinggalkan tempat ini. biarkan dia melakukan apa yang dia mau, tapi aku pastikan dia tidak mengganggu orang – orang anda".

"Bagus kalau kau masih menyadari hal ini!". Ludius melirik tajam ke arah Pangeran Lucas. "Jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan meratakan tempat ini. Karena aku tidak pernah main – main dengan ucapanku!".

Ludius meninggalkan Pangeran Lucas yang masih di depan pintu masuk menuju tahanan bawah tanah di ikuti Pangeran Richard.

"Ingat! Jangan sampai aku mendengar atau melihat kalian menyiksa orang dari Tuan Lu. Dan lagi, jangan biarkan siapapun menemuinya atau kalian  akan tahu akibatnya!". Pangeran Richard mengingatkan pada penjaga yang masih stay di depan pintu masuk lalu mengikuti Ludius.

Di saat Pangeran Lucas akan masuk ke dalam, seperti perintah. Para penjaga tidak membiarkan Pangeran Lucas masuk ke dalam. Mereka dengan keras melarang apapun yang di lakukan Pangeran Lucas pada mereka.

"Brengsek! Biarkan aku masuk. Aku ingin tahu apa yang Kakak brengsekku lakukan. Heii kalian!!". Teriak Pangeran Lucas dengan liar hingga terdengar ke telinga Ludius yang berjalan cukup jauh dari ruang tahanan.

-

"Pangeran Richard, anda temui dulu adikmu Putri Emilia dan sampaikan semua yang Zain katakan. Jangan sampai adikmu melakukan hal ceroboh dan merusak rencana awal. Aku akan menemuimu siang nanti. Saat ini masih ada hal yang harus aku lakukan". Kata Ludius yang sudah berada jauh dari ruang tahanan,

"Baiklah, aku akan menemui adikku. Jika sudah waktunya tiba  untuk kita membahasnya, aku akan mengirim seseorang untukmu".

"Ya, itu lebih baik."

Mereka berpisah saat itu juga, Ludius untuk sementara kembali ke kamarnya. Ia masih harus membaca surat darah yang sudah ada di tangannya. Entah apa yang sudah Zain dapatkan dalam satu malam, tapi menempatkan Zain dalam penjara sepertinya cukup menguntungkan.

'Semoga informasi yang kau berikan cukup penting Zain. Karena jika tidak, mungkin kau akan membayarnya dengan seumur hidupmu mendekam di penjara bawah tanah!'. Batin Ludius.

Belum juga Ludius sampai ke kamarnya, Putri Eliza sudah mencegatnya dengan lagatnya yang sedang coba menggoda.

"Tuan Lu, apakah ada yang bisa Eliza bantu? Sepertinya Tuan Lu sedang dalam mood yang tidak baik". Tanya Putri Eliza mendekati Ludius,

Awalnya Ludius memilih acuh dan mengganggapnya tidak ada. Tapi makin lama Putri Eliza semakin gencar mnedekati Ludius bahkan di depan para Menteri atau orang Kerajaan yang sedang lewat samping mereka.

Dengan lihainya Putri Eliza menggandeng paksa Ludius meski sudah di acuhkan dan itu sangat berhasil untuk menarik perhatian orang – orang. "Ayolah Tuan Lu, semakin kamu bersikap acuh dan dingin Putri Eliza ini justru semakin tertarik". Kata Putri Eliza dengan nada menggoda.

Dengan cepat Ludius menghempaskan tangan lancang Putri Eliza, "Apa anda tidak mengindahkan PERINGATAN dari saya, Putri Eliza?". Tanya Ludius dengan halus bermata dingin.

"Tuan Lu, aku hanya mencoba untuk menghiburmu yang terlihat sangat tidak bersemangat".

"Cukup! jangan pancing emosiku Putri Eliza, karena kau tidak bisa menanggung akibatnya!". Tidak ingin berurusan lebih lama dengan Putri Eliza, Ludius melangkah pergi meninggalkan Putri Eliza yang sudah menampakkan kekesalan.

"Baru kali ini aku di acuhkan oleh seorang pria sepertimu! Kau akan mendapat balasannya!". Teriak Putri Eliza tanpa memerdulikan orang yang sedang melihatnya.

Ludius acuh saja dengan apa yang di lakukan Putri Eliza, ia meneruskan langkahnya menuju kamar. Setibanya di kamar, ia menutup rapat – rapat pintu. Sebelum itu, Ludius memeriksa keadaan kamar, siapa tahu mereka menyisipkan CCTV dengan mengirim lokasi dirinya pada Wangchu untuk menghack CCTV di kamarnya.

[Wangchu, cepat tangani hal ini! perintahkan hacker kita untuk menghack cctv yang ada di sekitarku. Tidak ada banyak waktu! Aku sudah mendapatkan surat dari Zain yang berada di penjara bawah tanah. Aku tunggu 20 menit tidak lebih!!]

SEND

Pesan sudah terkirim, sebelum menunggu hacker mencari lokasi dirinya berada, Ludius terlebih dahulu membuka laptop untuk membuka pesan dan membaca situasi di markas Naga Imperial melalui setiap laporan yang masuk dari bagian penanggung jawab, yaitu Zhenyi dan Zack Li.

Hari ini tanggal 29 Nov 2019 Laporan masuk :

[Tuan Lu, keadaan Markas masih stabil, kami juga sudah menambahkan penjagaan di sekitar Mansion Lu. Dari tim investigasi sendiri masih mengikuti jejak umpan (Musuh yang di tanamkan alat pelacak) untuk menemukan mangsa yang sedang kita cari. Laporan terakhir yang kita dapatkan, umpan masih melakukan aktivitas di sekitar Hongkong dan terakhir orang yang mereka temui adalah salah satu BANDAR nark*ba dan senjata ilegal di salah satu pusat Domino yang tidak jauh dari kasus lelang gelap tempo hari. Kemungkinan mereka adalah suruhan dari pusat Markas Dark Phantom yang ingin menimbun senjata. Motif sendiri masih di selidiki.]

'Sudah ku duga, mereka memang berniat MENAKLUKKAN salah satu Kota di Negara besar. Sasaran mereka pasti tidak jauh dari pusat Ekomoni terbesar!', Ludius langsung membelalakkan matanya. Begitu terpikirkan satu nama negara, ia syok dan kaget "China!!"

Author Note :

Hallo kakak, masih adakah yang mau membaca cerita embun? wah makin berat ajh yah pembahsannya, tapi  ini embun sedang tidak menyudutkan negara manapun loh yah, embun hanya spekulasi dan memakai data untuk membuat ini kelihatan real. tapi bukan berarti ini nyata.

mengapa embun malah ambil china bukan amerika dan tetangganya, karena sesuai data yang embun baca, negara dengan ekonomi yang cukup besar itu China. maafkan atas kesalahan embun, jika ada yg keberatan embun bisa ganti kok ini plotnya.

padahal mau ending yah.. kok malah makin numpuk masalahnya? ending volume 2 ini memang mau embun buat selesai mengenai satu hal dulu. hal lain embun selesaikan perlahan karena memang ini kisahnya macam2 antara mafia, perebutan kekuasaan, ada invasi suatu kota bahkan negara, pemicu perang dunia, AI, penelitian teknologi terbaru, semua embun mix karena memang dari awal ini bukan kisah pure romance.

tenang, side storynya embun buat menarik dan bukan salah satu plot iini, nanti embun kasih pilihan deh. 

ohya jangan lupa, beri kritik saran, komentar, PS serta reviewnya yah, biar embun makin semangat ngetiknya. kalau bisa buka kuncinya pakai coin berbayar yah, soalnya hanya dari itu embun bisa dapat penghasilan walau dikit. hiksss... embun ngemis bgt nih, soalnya demi keluarga yang mempercayakan ini pada embun.

salam sayang dan cinta dari Embun