Chapter 196 - 196. Lianlian dan Wanita Pengantin bag 2

Didepan Lianlian 2 orang yang sepertinya sanak saudara Huan Xian dengan emosi meluap-luap melirik sadis kearah nya.

"Tuan Muda, berikan wanita yang ada didalam mobil itu pada kami! Dia telah lancang kabur pada acara pernikahannya sendiri dan membuat malu keluarga!". Kata pria paruh baya beralasan.

Seketika Lianlian menoleh kearah Huan Xian dengan tatapan mata mengisyaratkan pertanyaan. 'Jika itu benar, kau telah memancing amarahku wanita..!'. Batin Lianlian.

"Bohong..! Aku memang kabur dari Pernikahan, tapi karena aku di paksa oleh kalian untuk menikah sebagai jaminan!".

Lianlian tidak menyangka ada orang yang tega menjual seorang wanita demi uang?? Kejam..!

Dengan menahan amarah, Lianlian menatap satu persatu orang yang ada didepannya. "Tuan, aku masih menaruh hormat pada kalian karena kalian adalah orang tua yang membesarkan Huan Xian, tapi jika kalian memaksa wanita ku untuk menikahi pria lain, maka aku tidak akan segan untuk mengambilnya dari tangan kalian!!". Ancam Lianlian.

Huan Xian yang mendengar kata WANITAKU tersentak kaget, "Wanitaku?? Aku tidak salah dengar bukan?". Huan Xian hanya bisa bergeming untuk beberapa saat.

"Kurang ajar! Kau berani melawan kami!!" Ancam mereka balik, "Siapa kau sebenarnya?".

"Kalian tidak perlu tahu siapa aku sebenarnya karena kalian bukanlah orang penting! Jika Tuan Tuan tidak ada yang ingin di sampaikan padaku maka aku akan pergi. Permisi!!".

Lianlian begitu saja masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan orang-orang yang ada disamping mobilnya. "Pak, jalan..!". Perintah Lianlian,

"Baik Tuan". Sang sopir menjalankan kembali mobilnya meninggalkan orang-orang yang menghadang mereka.

"Terima kasih…". Perkataan lirih Huan Xian membuat Lianlian menoleh kearahnya. "Tapi apa maksud dari kata WANITAKU?". Sambung nya. Ia yang menundukkan wajah diam-diam melirik kearah Lianlian.

"Semua yang aku katakan Itu hanya alasan untuk membuat mereka diam, sekarang kau bisa tinggalkan mobilku?". Usir Lianlian secara halus, ia mengalihkan perhatiannya dan melihat wajah Huan xian yang memandangnya penuh harap.

"Tuan Lian, tidak bisakah kau menampungku? Aku janji akan melalukan apapun untuk membayar kebaikanmu". Kata Huan Xian memohon pada Lianlian,

"Aku tidak bisa menampungmu, kau cari saja orang lain".

"Tapi Tuan.. Satu kali saja, Tolong bantu aku untuk lepas dari Keluarga Zhu". Pinta Huan Xian dengan wajah memelas, Ia menyatukan kedua tangan sembari membungkukkan setengah badannya.

"Berhentilah meminta belas kasihan dan bersikaplah sewajarnya". Tolak Lianlian, ia masih enggan untuk ikut campur dengan urusan orang lain apalagi wanita yang tak ia kenal.

"Tuan dengarkan penjelasanku, sekali ini saja.. ".

"Baiklah, katakan mengapa kau kabur dari keluargamu sendiri?".

"Sebenarnya Aku adalah Putri dari Wang Xian Zhu, Kepala Keluarga Zhu yang sebenarnya. Tapi karena kecelakaan yang terjadi pada Ayah 8 tahun silam, posisi Kepala Keluarga serta semua aset Perusahaan dan Properti di ambil alih paksa oleh Paman Han Tian Zhu dan Putrinya Lin Xiang Zhu. Bertahun-tahun Ibuku mereka tahan disuatu tempat dan mereka jadikan tameng agar aku menuruti semua kata mereka. Tapi.. Tapi aku benar-benar tidak ingin menikah dengan seorang pria paruh baya yang bahkan lebih tua dari Ayahku. Aku tidak ingin… ..". Huan Xian menjelaskan semuanya dengan tegar, namun ia tidak bisa menghentikan air matanya yang keluar begitu saja dari kelopak matanya.

Lianlian yang melihat dan mendengar keadaan Huan Xian tersentuh, dadanya turut merasa sesak mendengar cerita singkat tentang wanita yang ada disampingnya.

Kebetulan Lianlian selalu membawa sapu tangan yang ada disakunya dan memberikannya pada Huan Xian. "Bersihkan air matamu dan berhentilah menangis! Kita akan pergi membeli pakaian untukmu". Kata Lianlian, meski mengatakan Berhentilah menangis namun masih saja ia cuek meski pada wanita yang baru saja curhat padanya.

"Ah.. Baik terima kasih. Tuan Lian, anda benar-benar orang baik". Puji Huan Xian, ia menerima sapu tangan Lianlian dan menghapus air matanya yang membuat riasannya sedikit berantakan.

"Pak.. Berhenti di Mall X", Perintah Lianlian.

"Baik Tuan".

Tidak berselang lama mobil berhenti di sebuah Mall besar yang menjadi pusat Perbelanjaan di Kota S. Lianlian yang melihat Dress pengantin Huan Xian yang begitu besar merasa risih.

"Keluarlah dan ganti pakaianmu dengan Pakaian kantor. Kau akan ikut ke Kantor bersamaku". Kata Lianlian datar bahkan tidak melihat lawan bicaranya

Huan Xian terdiam tidak berbicara apapun atau beranjak dari tempat duduknya. Ia sesekali melihat ke arah Lianlian dengan wajah murung.

"Huuft.. Ada apa lagi? Kenapa kau masih belum turum juga?". Tanya Lianlian yang mulai jengkel dengan sikap Huan Xian.

"Aku tidak memegang uang sepersenpun, dan kau memintaku turun ke Mall. Apakah kau ingin aku mempermalukan diriku sendiri?". Oceh Huan Xian memberi alasan.

Sepagi ini Lianlian sudah di buat jengkel oleh Ludius di tambah lagi seorang wanita yang merepotkan. Ia memegang kepalanya menahan jengkel yang teramat dalam. Tapi mau bagaimana lagi, Huan Xian memasang wajah memelas dan Lianlian tidak tega untuk menelantarkannya di jalan.

Lianlian mengambil dompet yang ada di sakunya dab memberikan kartu Gold pada Huan Xian. "Pakailah kartu ini untuk membeli keperluanmu. Jangan terlalu lama atau aku benar-benar akan meninggalkanmu disini".

Huan Xian membelalakkan matanya, ia tidak menyangka seorang pria asing menyelamatkannya dari pernikahan gila yang di atur keluarganya dan memberikannya kartu Gold untuk berbelanja.

Keberuntungan tidak datang dua kali bukan..??

"Kau memberikannya untukku? Ini tidak salahkan? Atau jangan-jangan kau ada maksud tertentu padaku. Misal….". Cerocos Huan Xian, ini adalah pertama kalinya ia mendapat perhatian dari seorang pria. Angannya sesaat memikirkan hal konyol tentang bagaimana Lianlian bisa begitu baik kepadanya.

"Berhentilah menghayal atau mengoceh, pergi atau aku turunkan kau saat ini juga".

"Iya… aku tahu, kau adalah orang kaya baik dan sempurna. Bagaimana kau tahu rasanya menjadi orang yang tersisihkan dan disiksa selama hidupmu?".

Perkataan Huan Xian yang menggambarkan hidupnya selama ini mengusik naluri dalam Lianlian yang coba ia pendam. Ingatan ia di sekap dalam ruangan pengap selama bertahun-tahun oleh Jonathan Nero seketika terbuka begitu saja.

Tidak mungkin aku tidak tahu bagaimana rasanya di sekap bertahun-tahun, menghuni tempat pengap dan lembab sampai tubuh semua mati rasa. Luka traumatik yang diderita sampai sekarang akupun masih mengingatnya dengan jelas..

Sesak…

Dada Lianlian serasa terhimpit, nafasnya seakan terhenti. "Hufft… ". Ia menghela nafas perlahan untuk menenangkan dirinya.

"Pak.. Antar Nona Huan ke dalam Mall, carikan beberapa pakaian kantor dan keperluan lain untuknya". Lianlian mengalihkan pandangannya pada Huan Xian dan mengabaikannya.

Pintu terbuka, Huan Xian keluar dari mobil dengan melihat Lianlian yang tiba-tiba berubah sikapnya. "Sudahlah, dia pria yang aneh mungkin". Fikir Huan Xian sambil menutup pintu.