Chapter 60 - PERGI KE KOREA, BAGIAN 15 Konser BTS

Name:Nuansa Author:Sihansiregar
Pesawat yang ditumpangi oleh Neptunus dan Nuansa akhirnya mendarat di Seoul. Ini sudah jam 7 malam, dan konser yang akan mereka hadiri akan dimulai pada jam 8.

Karena lapar, Neptunus dan Nuansa memutuskan untuk makan lebih dulu, namun Nuansa hanya memakan mie cup instan yang mirip dengan mie instan yang ada di Indonesia, ia benar-benar tidak mau memakan makanan Korea.

Setelah makan, mereka ternyata masih memiliki waktu sebanyak 30 menit lagi sebelum konsernya dimulai, jadi mereka memastikan kalau mereka tidak akan terlambat menghadiri konsernya.

Sesampainya di lokasi konser boyband bernama BTS ini, Neptunus dan Nuansa merasa bingung harus menaruh barang-barang mereka di mana, namun untunglah di sana ada tempat penitipan barang, jadi mereka bisa berkonser dengan bebas.

Konsernya akan dimulai dalam 3 menit, tetapi Neptunus dan Nuansa masih sibuk ribut mencari kursi mereka dan membuat orang-orang bingung karena mereka ribut sendiri mencari kursi mereka.

Keduanya akhirnya berhasil menemukan kursi mereka setelah beberapa menit konsernya dimulai. Neptunus memilih tempat yang sangat nyaman untuk mereka berdua, sepasang kursi di kelas VIP yang berada di atas, jadi mereka bisa menonton konsernya dengan nyaman sambil memakan beberapa camilan.

Nuansa tampak sangat bahagia bisa datang di konser ini, ia ikut berteriak ketika orang-orang berteriak, sementara Neptunus hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nuansa.

"Sudah lama kau menjadi penggemar mereka?" tanya Neptunus pada Nuansa.

"Tidak, aku bukan penggemar mereka," jawab Nuansa.

"Huh?"

"Aku kurang tahu artis-artis Korea, yang kutahu paling hanya Jackie Chan."

"Jackie Chan? Apa kau bercanda?"

"Dia dari Korea, kan?"

"Emh, lupakan saja. Kenapa kau mau datang ke konser mereka padahal kau bukan penggemar mereka? Dan jangan-jangan kau tidak tahu lagu-lagu mereka?"

"Ya, memang, aku mau datang ke konser ini hanya untuk pengalaman, yang penting aku sudah pernah datang ke konser, hahahaha."

"Tapi kau bilang padaku saat kita akan berangkat kalau kau sangat menyukai mereka, dan sekarang kau bilang kalau kau hanya tahu Jackie Chan. Yang mana yang benar jadinya?"

"Dua-duanya benar, pertama aku menyukai semua orang, dan yang kedua memang artis Korea yang kutahu hanya Jackie Chan."

"Maksudku- Argh! Sudahlah, percuma berbicara denganmu."

"Aku benar, kan? Aku tidak membenci orang, aku menyukai semua orang, lagi pula orang yang tidak kukenal tidak memiliki alasan untuk kubenci. Masuk akal, kan?"

"Ya, alasanmu selalu masuk akal."

"Meskipun tidak semasuk akal alasanmu ingin tahu ukuran BH mantan-mantanmu."

"Hei, konser ini tidak ada hubungannya dengan BH."

"Jangan diperpanjang, kalau sudah menyebut BH saja kau tidak bisa berhentj membicarakannya."

"Kau yang memulai, Nuansa, kenapa jadi aku yang salah?!"

"Sssht, berisik, kau sudah membeli tiket untuk bisa masuk ke sini dengan harga yang mahal, jadi nikmati saja konsernya, kau penggemar mereka kok malah santai-santai saja."

"Aku bukan penggemar BTS."

"Apa?!"

"Sama halnya sepertimu, aku kurang tahu tentang artis-artis Korea, tapi setidaknya aku bisa membedakan mana artis Korea dan mana artis Hong Kong."

"Huh?"

"Aku memutuskan untuk datang ke konser ini karena nama mereka sangat terkenal, aku jadi penasaran seperti apa mereka itu, jadi ketika aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mereka langsung, kenapa tidak? Lagi pula aku jarang datang ke konser, sudah lebih dari tiga tahun sejak terakhir kali aku datang ke konser, jadi kurasa tidak ada salahnya jika aku datang ke konser ini, iya, kan?"

"Tapi cara paling tepat untuk menikmati konser kan dengan mengetahui lagu-lagu penyanyinya, jadi kenapa kau memutuskan untuk datang?"

"Bagaimana denganmu?"

"Untukku, balik lagi seperti apa yang aku katakan tadi, hitung-hitung untuk menambah pengalaman, lagi pula kalau gratis, kenapa tidak? Iya, kan?"

Neptunus kemudian mendengus.

"Yah, aku sih ... mungkin hanya sekedar untuk menghibur diri, sesekali kita itu dianjurkan untuk datang ke konser dan menikmati musik dengan volume suara yang keras."

"Siapa yang menganjurkan hal itu?"

"Ahli kesehatan."

"Ahli kesehatan mana?"

"Berisik kau, Nuansa! Nikmati saja konsernya!"

"Sudah kuduga sumbermu sama sekali tidak terpercaya."

"Yasudah kalau tidak percaya."

"Yasudah."

"AAAAAA! OPPA!!!!" teriak seluruh perempuan yang hadir sebagai penonton konser ini, kecuali mungkin Nuansa yang tidak berteriak.

"Neptunus, kau tahu kenapa dari tadi para gadis-gadis di sini memanggil anggota-anggota BTS ini dengan sebutan 'oppa'? Tidak mungkin nama mereka semua 'oppa', kan? Aku tidak mengerti kenapa, apa mereka bukan memanggil anggota-anggota BTS ini, ya? Tapi aku tidak melihat Neneknya Upin dan Ipin di layar-layar besar itu," ucap Nuansa.

"Duh, kau ini."

"Kenapa?"

"Pertama, kau tahu dari mana kalau semua perempuan yang hadir di konser ini masih gadis?"

"Eh, benar juga, ya."

"Kedua, kalau tidak salah, di Korea, 'oppa' itu sebutan yang digunakan perempuan untuk memanggil pacarnya, dan jangan kau pikir nama mereka bertujuh adalah 'oppa', itu sangat konyol, dan ingat satu hal lagi, ini tidak ada sangkut pautnya dengan Neneknya Upin dan Ipin."

"Oh, hehehe. Tapi ... itu artinya para perempuan-perempuan di sini menganggap mereka bertujuh sebagai pacar mereka?"

"Ya tidak begitu juga, ibaratnya itu panggilan sayang."

"Kau ini bagaimana sih, tadi kau bilang itu panggilan kepada pacar, itu artinya mereka menganggap anggota-anggota BTS ini sebagai pacar mereka."

"Terserah kau saja, Nuansa, lagi pula begitulah penggemar wanita, kan? Selalu menganggap idola mereka sebagai pasangan hidup."

"Memangnya kau tidak begitu?"

"Aku tidak mengidolakan siapa-siapa."

"Bagaimana dengan Taylor Swift?"

"Taylor Swift sudah punya pacar."

"Berpengaruh bagimu?"

"Tentu saja."

"Bagaimana dengan Aktris-aktris film pendek yang sering kau tonton? Pasti ada yang kau idolakan, kan?"

"Kenapa jadi membahas film pendek?!"

"Hayo, kau pasti menganggap salah satu dari mereka sebagai pacar, kan?"

"Kau ini apa-apaan?!"

"Hayo, ngaku."

"Nuansa! Aku-"

"Apa?"

"Itu konyol, lagi pula aku benci untuk menjadi halu, dan selama aku memilikimu aku tidak perlu melakukannya, kan? Berkhayal pacaran dengan idola, pffft, apa-apaan itu. Ya, kan?"

"Selama kau memilikiku?"

'Ok, salah bicara,' batin Neptunus.

"Engh, kau tadi bertanya kan bagaimana bisa mereka menganggap kalau idola mereka sebagai pacar mereka?" tanya Neptunus.

"Ah, iya, aku masih penasaran akan hal itu, seperti ... bagaimana bisa."

"Sekarang aku akan bertanya padamu, bagaimana bisa kau menganggapku sebagai pacarmu? Pasti itu adalah hal yang sama, meskipun aku bukan idolamu."

"Permisi, tapi apa aku pernah menganggapmu sebagai pacarku?"

Neptunus seketika terdiam begitu Nuansa mengatakan hal itu.

"A-aku ke toilet dulu," kata Neptunus beberapa saat kemudian, ia sudah kalah malu.