69 Bab 68 : Peningkatan Sistem

10 hari telah berlalu sejak Daniel koma. Selain teman dan pihak kepolisian datang ke ruangannya, para wartawa juga sering datang untuk mengetahui kondisi terbaru dari Daniel, korban dari ledakan oleh teroris dengan kedok gangster di Banukarta Barat.

Rika senantiasa menjaga dan merawat Daniel, dia dengan sabar menunggu Daniel bangun dan dia selalu tidur di samping Daniel. Kecintaannya kepada kakakmya dituangkannya saat ini. Dalam sepuluh hari ini juga, dia menyaksikan bagaimana penyusutan otot-otot yang ada pada tubuh Daniel. Dia sudah melaporkan kepada Dokter tentang kondisi Daniel itu, namun Dokter memberitahunya bahwa tak ada kondisi seperti itu dan menganggap bahwa itu hanyalah ilusi Rika semata. Rika bersikeras berkata bahwa itu adalah apa yang dia lihat sendiri tapi Dokter malah menganggap perkataannya hanya sebuah bentuk khawatir yang berlebihan kepada Daniel. Pada akhirnya, Rika hanya bisa pasrah dan terus merawat Daniel hingga sekarang.

Rika sekarang sedang duduk di samping ranjang Daniel sambil mengupas apel. Dia sedang berbicara dengan Daniel yang masih terbaring lemah.

"Kak, ingat tidak, waktu itu Kakak nolongin aku dari gangguan anak-anak di tempat kita tinggal dulu karena mereka menganggapku dan Raka aneh karena kita enggak punya orang tua, lalu mengatai kita anak pungut dan kata kasar lainnya. Aku sampai menangis karena mereka. Terus nih Kak, Raka berantem sama mereka dan akhirnya dia kalah karena jumlah mereka lebih banyak. Setelah kalah, dia menangis keras-keras. Mengingat ini membatku tertawa..." Rika langsung tertawa ketika dia mengingat kejadian itu, Raka menangis dan berguling-guling di tanah karena kalah bertarung, bukan karena kesakitan.

Raka saat ini sedang ada di ambang pintu masuk ruangan. Ketika dia mendengar Rika bercerita kepada Daniel yang masih koma, dia berhenti dan memilih untuk tidak mengganggu Rika. Dia dengan tenang bersandar di sana sambil mendengarkan Rika bercerita. Tapi, saat Rika menceritakan bagian dia menangis, dia langsung kesal, tapi dibarengi dengan tawa. Dia kesal karena dia teringat dengan kejadian memalukan itu, namun juga tertawa karena itu.

Raka bersandar di sana sebentar, kemudian dia mengepalkan tangannya dan bergumam, "Aku akan menjadi lebih kuat untuk melindungi Rika dan Kakak."

Dia kemudian berdiri, menatap sebentar pintu ruangan, lalu berjalan pergi meninggalkan Rumah Sakit dengan mata penuh tekad.

Sementara itu, Rika terus bercerita dan memakan apel di tangannya. Saat itu, tangan Daniel sedikit bergerak. Kelopak matanya sedikit bergerak.

Rika yang makan apel kembali memandangi wajah Daniel yang sedang koma. Beberapa detik dia memperhatikan wajah Daniel, dia menemukan bahwa kelopak mata Daniel mulai bergerak. Merasa bahwa itu hanyalah ilusinya, dia mengucek-ngucek matanya beberapa kali, tapi dia tetap menemukan kelopak mata Daniel bergerak lagi.

Rasa bahagianya tak bisa dia bendung, dia langsung berdiri dari kursinya.

"Kakak!" teriaknya sambil berurai air mata.

....

[Ding!]

[Sistem Diperbarui!]

Ketika dia mendapatkan lagi kesadarannya, hal pertama kali yang dia dengarkan adalah dering notifikasi sistem.

"Selamat, Sistem telah diperbaharui." Suara Sky yang begitu lama tak didengar oleh Daniel akhirnya bisa terdengar lagi di telinganya.

"Sistem diperbaharui?" tanya Daniel dengan nada penasaran. "Apa saja fitur-fitur barunya?" lanjutnya bertanya.

"Mau tau aja atau mau tau banget?" Sky balas bertanya dengan nada bercandanya seperti biasa.

"Aku tau, aku tau. Aku akan mencari tau sendiri tak perlu dirimu untuk menjelaskannya," jawab Daniel memutarkan matanya megingat bagaimana sebelumnya Sky bersikap seperti ini kepadanya.

"Anak pintar!" puji Sky layakny orang tua memuji anaknya.

"Karena Host begitu baik seperti ini, maka aku akan memberimu hadiah yang bagus. Cukup dengarkan ini," lanjut Sky.

Perbaruan Sistem:

Membuka Fitur Superpower

Sistem Undian Terbaru

Reset Level

Perubahan Dalam Sistem Level

Perubahan Tugas dan Penambahan Kategori Tugas

Pembaruan Penyimpanan Sistem

Toko Sistem dibuka

Mendengarkan hal-hal apa saja yang diperbarui oleh sistem, Daniel bahagia. Namun hal selanjutnya yang dikatakan oleh Sky mengejutkannya.

"Satu hal lagi, Host," kata Sky. "Sebenarnya, tugas terakhir host itu gagal dan berhasil. Tapi sistem utama memutuskan untuk memberikan hadiah exp namun kehilangan seluruh hadiah lainnya dan host kehilangan efek serum prajurit super."

"Aku kehilangan efek serum prajurit super? Terus bagaimana efeknya di tubuhku?" Daniel sebenarnya tak terlalu khawatir jika dia kehilangan serum prajurit super karena sistem kekuatan super telah resmi dibuka. Dengan terbukanya sistem kekuatan super, dia bisa mendapatkan banyak kekuatan super layaknya di film-film superhero. Tapi dia khawatir dengan kesehatannya jika tiba-tiba dia kehilangan serum prajurit super.

"Tak ada banyak efek, host hanya koma selama 10 hari karena sel-sel host harus beeradaptasi dengan keadaan semula. Ditambah lagi beban sel-sel host karena sistem dengan terpaksa menggunakan sistem darurat yang mana penggunaan sistem darurat ini bisa menyebabkan kematian host," jawab Sky.

"Koma 10 hari?! Dan juga itu disebabkan karena aku sekarat?" Daniel terkejut mendengar ucapan Sky. "Bagaimana keadaan adik-adikku kalau aku koma 10 tahun?"

"Lihatlah sendiri," kata Sky yang kemudian menghilang dalam alam bawah sadar Daniel.

Sementara itu, Daniel telah membuka matanya. Yang pertama kali dia lihat adalah wajah penuh air mata bahagia dari adiknya yang dibarengi dengan senyuman.

"Kakak!" panggil Rika dengan teriakan kebahagiaan. Melihat Daniel membuka matanya, ia tak bisa menahan kebahagiaannya.

"Iya, aku sudah bangun," jawab Daniel dengan suara lemah. Kondisinya begitu lemah karena efek dari kehilangan serum prajurit super dan juga efek sel-sel yang digandakan untuk bergerak sangat cepat saat sistem darurat berlangsung.

"Kak, kakak tunggu di sini. Aku akan memanggil dokter," kata Rika yang kemudian buru-buru meninggalkan ruangan rawat Daniel.

....

Empat hari telah berlalunya sejak Daniel bangun dari komanya. Beberapa teman sekelasnya juga atang untuk menjenguknya, para petinggi perusahaan dan Lia Siyu juga datang.

Selain keluarga dan teman-temannya, beberapa media online juga datang mencarinya untuk mewawancarainya tentang ledakan di Banukarta Barat itu, dan juga pihak kepolisian khusus yang mencari dirinya untuk mendapatkan kejelasan tentang ledakan tersebut.

Setelah semuanya selesai, Daniel akhirnya mendapatkan kebebasannya lagi. Saat ini, dia sedang duduk di kasurnya, menatap perubahan yang terjadi pada sistemnya.

"Sky, tampilkan statusku," perintah Daniel. Setelah update ini, tak perlu bagi Daniel untuk masuk ke dalam kesadarannya dulu untuk berbicara dengan sky. Cukup pikirkan saja apa yang dia ingin bicarakan, Sky bisa mendengarnya.

"Nama : Daniel

Usia : 17 Tahun

Level : 0

Kekuatan Super : Tidak Ada.

Undian : 2

Penyimpanan : Laptop, Kacamata Pintar, Jam Tangan Pintar, dll.

Misi : Acak (0), Mingguan (1), Perjalanan (Terkunci)."

"Tak banyak perubahan di sini. Mari kita mulai undian barunya," gumam Daniel dengan semangat. "Undian!"

Tak lama kemudian, sebuah layar berbentuk lingkaran dengan berbagai warna di dalamnya terbagi dalam beberapa kategori. Ada 6 kategori di sana yaitu, warna abu-abu yang mengisi 75%, warna Biru dan Hijau masing-masing mengisi 7,5%, Hitam dan Merah mengisi 4,95% dan juga warna Ungu yang hanya mengisi 0,1% tersisa.

Warna abu-abu mewakili barang biasa, hijau mewakili materi layaknya emas, perak, dan lain-lain. Kemudian warna biru mewakili pengetahuan seperti pengetahuan tentang teknologi, kimia, fisika, ekonomi, dll. Selain itu, warna hitam mewakili teknologi tinggi dan juga warna merah mewakili obat-obatan seperti serum dan juga obat-obatan maju lainnya. Kemudian warna ungu mewakili kekuatan super.

"Bukankah ini terlalu tak masuk akal?!" keluh Daniel ketika melihat opsi barang biasa yang mengisi ¾ lingkaran undian.

Sky tak menanggapi keluhan Daniel, dia hanya diam dan memperhatikan Daniel dengan senyum mengejek di wajahnya.

"Tak perduli sekecil apapun kesemptan mendapatkan kekuatan super, aku pasti akan mendapatkannya karena aku mempunyai keberuntungan menentang surga," Daniel bergumam dengan penuh percaya diri. Ia kemudian menekean opsi undian di sana.

"Undian dimulai!" suara Sky terdengar begitu Daniel menekan tombol mulai. Jarum yang ada di roda undian mulai berputar.

Beberapa detik telah berlalu, gerakan jarum semakin perlahan. Tapi, jarum itu berhenti di warna abu-abu.

Dengan tangan di mulutnya, Sky tersenyum mengejek dan berkata, "Mana keberuntungan menentang surga yang penuh percaya diri tadi? Pffft!"

"Argh!" Daniel berteriak kesal karena ejekan dari Sky.

Catatan:

Selamat malam semuanya~

Akhirnya update lagi nih setelah 2 pekan lebih tak update.

Rencananya nih senin pekan lalu mau update, tapi karena tiba-tiba dapat tawaran pekerjaan dan akhirnya keterima, saya fokuskan untuk kerja dulu sehingga cerita ini jadi terbengkalai dan pelajaran PUEBI yang saya rencanakan hancur sudah.

Sebelumnya saya pengangguran dan hanya membaca serta menulis novel saja.

Eits, tapi tenang, saya masih lanjut menulis kok. Meski masih ada beberapa kendala, tapi saya usahain buat update.

Dan tahukah kalian? Segudang ide terus-terusan berkumpul di kepala saya dan akhirnya saya bisa menulis lagi~~ Nantikan terus kelanjutan kisah ini dan kisah-kisah lainnya.

Spoiler!

Hanya beberapa bab saja lagi menuju berakhirnya fase 1! Fase kemunculan superhero dan supervillain akan segera datang!

Selamat malam dan terima kasih telah membaca!